Sabtu, 12 November 2016

Lima ide gila startup yang berhasil menggebrak dunia


3COMMENTS
Crazy Idea
Kini semakin banyak startup yang bermunculan di berbagai belahan dunia. Bagaimanapun, para VC, khususnya yang berada di Silicon Valley, akan mencari startup yang paling unik.
Startup yang hanya ingin cepat exit ataupun sekadar meniru bisnis lain mempunyai kemungkinan yang kecil untuk dilirik. Sederhananya, siapa yang berpotensi menjadi Facebook, Apple, dan Google di generasi selanjutnya, akan lebih menarik perhatian VC.
Cara paling sederhana untuk melihat seberapa unik startup adalah dengan mengukur seberapa berani, bodoh, atau gilanya ide-ide mereka. Biasanya, belum ada pemain lain yang beroperasi atau melakukan hal yang sama di pasar yang mereka targetkan. Ketimbang bersaing dengan kompetitor yang jumlahnya semakin banyak, mereka berupaya mencari celah yang sangat berbeda.
Tapi memang, garis batas antara ide yang tidak berdasar dan ide gila yang sebenarnya berpotensi sangat lah tipis. Berikut adalah lima ide gila yang terbukti berhasil menggebrak dunia.

Xiaomi

XiaomiApakah itu? Didirikan di China pada 2010, Xiaomi adalah produsen smartphone terbesar ketiga di dunia. Perangkat buatan mereka kini tidak hanya sekadar smartphone, namun juga sudah bergerak ke ranah rumah pintar (smart home). Pada 2014, mereka sudah memiliki 8.000 karyawan dan valuasi lebih dari USD46 miliar (Rp603 triliun).
Apakah ide gilanya? Xiaomi tidak ingin menghasilkan uang dengan menjual perangkat smartphone. Malahan, mereka menjual produknya nyaris sama dengan harga produksinya. Xiaomi mengandalkan penjualan dengan sistem distribusi online, sementara yang lain menggunakan distribusi konvensional melalui toko fisik. Sistem operasinya menggunakan Android. Mereka hanya menjual produk dalam jumlah terbatas, serta sangat bergantung pada masukan dari pengguna mereka, dan berencana melakukan monetisasi dari e-commercemaupun layanan mereka.
Mengapa bisa berhasil?
Strategi yang mereka lakukan terbukti berhasil memangkas harga perangkat yang dijual. Hasilnya, perangkat buatan Xiaomi masih memberikan keuntungan bagi perusahaan, namun terasa murah bagi konsumen. Produksi dalam jumlah yang terbatas membawa dua keuntungan, mengurangi biaya gudang dan memungkinkan perubahan yang cepat pada produk-produk mereka. Meminta masukan dari pengguna secara tidak langsung bisa meningkatkan loyalitas pengguna Xiaomi. Pengguna merasa tersanjung ketika saran mereka diimplementasikan pada produk. Ini yang membuat mereka menjadi fans atau bahkan evangelist.

Slack

slackApakah itu? Slack adalah layanan komunikasi berbasis chat. Diluncurkan pada Agustus 2013, Slack kini memiliki valuasi miliaran dollar. Hingga kini, ada lebih dari 30.000 perusahaan menggunakan layanan ini. Slack didirikan oleh Stewart Butterfield, yang juga merupakan Founder situs berbagi foto Flickr (yang ia jual ke Yahoo).
Apakah ide gilanya? Slack ingin mencoba menggantikan e-mail kantor Anda dengan membuat platform komunikasi dan dokumen pekerjaan di satu tempat. Mereka ingin menjadi satu aplikasi yang dapat digunakan sepanjang waktu ketika berada di kantor.
Mengapa bisa berhasil?
Slack mengintegrasikan layanan penting seperti Dropbox, Google App, GitHubHerokuZendesk, dan banyak lainnya. Platform ini akan memantau apa yang Anda lakukan dengan layanan-layanan tersebut. Slack juga dibekali dengan fitur pencarian yang memungkinkan Anda mengakses dokumen dan segala aktivitas Anda sebelumnya. Fitur Chat yang disertakan membuatnya makin mudah digunakan. Bisa dibilang, layanan ini adalah Google untuk komunikasi internal Anda. Dengan permulaan yang memuaskan, masa depan Slack terlihat cerah.
Slack_2

Flipkart

Flipkart_1Apakah itu? Flipkart adalah e-commerce terbesar di India. Didirikan oleh mantan pekerja Amazon, Sachin dan Binny Bansal di tahun 2007, Flipkart telah berkembang menjadi perusahaan dengan valuasi USD11 miliar(Rp144 triliun). Sebuah keputusan yang tepat bagi dua orang ini, setelah sebelumnya menghadapi cibiran dari teman dan keluarga yang berkata mereka gila karena meninggalkan pekerjaan mereka yang sudah mapan dan memilih mendirikan perusahaan sendiri.
Apakah ide gilanya?
Flipkart berdiri pada saat infrastruktur logistik e-commerce di India masih sangat payah dan kebanyakan orang masih belum familier dengan toko online.
Mengapa bisa berhasil?
Mereka memulai dengan salah satu kategori yang paling minim dana – buku. Mereka mengembangkan sistem pembayaran cash on delivery (COD) untuk menumbuhkan kepercayaan konsumen saat berbelanja di toko online. Mereka membuat sistem logistik sendiri sehingga bisa mengirimkan produk tepat waktu. Kedua pendirinya melihat bila layanan konsumen untuk e-commerce masih kurang tertata, dan mereka memutuskan untuk fokus di sana.
Harga adalah salah satu hal yang sensitif bagi masyarakat India. Flipkart menawarkan potongan harga yang besar untuk barang-barang yang dijualnya. Biaya operasional yang minim memungkinkan mereka melakukan itu, dan sulit dilakukan oleh toko fisik konvensional. Pilihan barang yang terbatas pada toko fisik di India menguntungkan e-commerce, karena Flipkart memungkinkan konsumen untuk mendapatkan pilihan barang yang lebih banyak dari yang pernah ada.

Uber

UberApakah itu? Uber adalah layanan transportasi berdasarkan permintaan terbesar di dunia, bernilai USD40 miliar (Rp524,8 triliun). Bagi penumpang, layanan ini menawarkan kemudahan untuk bepergian. Bagi pengemudi, Uber menawarkan cara yang lebih efektif untuk mendapatkan penumpang dan sekaligus mendapat pemasukan. Proses transaksinya sendiri sangat sederhana, karena Uber telah melakukan penghitungan secara otomatis di background aplikasi.
Apakah ide gilanya? Uber percaya bila smartphone dapat menjadi medium favorit bagi kebanyakan orang untuk mendapatkan kendaraan. Mereka juga percaya bila layanan transportasi dengan kendaraan pribadi dapat bersaing atau bahkan menggeser industri taksi.
Mengapa bisa berhasil?
Aplikasi ini pertama kali diluncurkan di Silicon Valley dengan layanan premium Uber Black, yang memberikan kenyamanan bagi pengguna. Pengemudi bisa mengetahui lokasi pengguna dengan mudah melalui smartphone. Pengguna bisa memesan mobil dengan menekan beberapa tombol saja. Ketika tiba di tempat tujuan, tagihan akan langsung ditujukan pada kartu kredit pengguna.
Yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana Uber menjaring pengemudi baru. Uber menyediakan lebih banyak kendaraan dengan mengajak pengemudi mendaftar untuk menggebrak industri taksi. Perusahaan ini juga secara proaktif menghubungkan pengemudi dengan penumpang, sehingga pengemudi bisa menggunakan waktu dan kendaraan mereka dengan lebih efisien.

Razer

Razer
Founder Razer, Min-Liang Tan
Apakah itu? Razer adalah perusahaan asal Amerika yang membuat periferal bagi gamer. Didirikan pada tahun 1998, perusahaan ini kini bernilai USD1 miliar (Rp13 triliun). Razer memproduksi mouse, keyboard, dan laptop untuk kebutuhan gaming. Baru-baru ini, Razer meluncurkan gelang pintar (smart wristband), Nabu.
Apakah ide gilanya? Razer percaya bila mereka dapat membuat perusahaan hardwaredengan fokus pasar gamer. Pada tahun 1998, pasar gaming PC masih jauh dari sekarang. PC sendiri masih lebih diprioritaskan sebagai perangkat kerja ketimbang hiburan.
Mengapa bisa berhasil?
Gaming telah berkembang dan menjadi sesuatu yang mainstream, di Amerika Serikat sendiri industri ini naik empat kali lipat sejak 1998 hingga 2008. Kompetisi dan kancah e-sport juga mulai tumbuh. Twitch, salah satu situs penyedia jasa video game streaming, yang telah diakuisisi Amazon dengan nilai triliunan dollar adalah salah satu buktinya. Razer berhasil membuat produk dengan target pasar yang sangat tersegmentasi, sebelum pasarnya sendiri terbentuk. Kini mereka memegang lebih dari 30 persen dari keseluruhan pasar keyboard dan mouse di seluruh dunia.

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar